![]() |
| Ilustrasi Korupsi. (Foto Istimewa) |
JAKARTA, KabarKorupsi.Com - Sisebut-sebut sedang menjadi target KPK, karena Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dugaan dijadikan sebagai "Bunker" tempat berlindung para Koruptor. PTIK harus steril dari hilir mudik orang-orang tersebut.
Demikian dikatakan Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus dalam rangka menanggapi beredar kabar bahwa Hasto Kristiyanto dan Harun Masiku diakui oleh KPK berada PTIK saat hendak operasi tangkap tangan (OTT) beberapa waktu lalu.
Menurutnya, konon ada orang kuat yang disebut-sebut berpangkat Jenderal yang bisa mengatur-mengatur penyidik KPK, menyelamatkan orang-orang yang sedang jadi target KPK.
"Beredar rumor, bahwa beberapa orang penting yang sedang dibidik KPK menitipkan nasibnya kepada seorang Jenderal Polisi yang bermarkas di PTIK karena dipercaya bisa mengatur oknum-oknum penyidik KPK," kata Petrus dalam keterangannya, Sabtu (01/02/2020), dikutip dari akurat.
"Dan menyelamatkan orang-orang penting yang sedang dibidik KPK. Lantas apakah Hasto Kristiyanto dan Harun Masiku terdeteksi berada di PTIK dalam rangka mencari "Bunker," sambungnya.
Jenderal yang disebut-sebut itu, kata dia, konon mendagangkan pengaruh, yang bermarkas di PTIK. Sehingga ketika berita OTT KPK terhadap Wahyu Setiawan bocor ke publik, beberapa target OTT KPK seperti Hasto Kristiyanto dan Harun Masiku terdeteksi berada di PTIK saat hendak di OTT KPK.
"Mereka diduga berlindung di markas PTIK, dan nyatanya penyidik KPK gagal melakukan OTT di PTIK malah sempat diinterogasi hingga ditest urin," ujarnya.
Bila rumor tentang praktek mendagangkan pengaruh oleh oknum Jenderal Polisi di PTIK, benar adanya, maka praktek demikian harus disterilkan.
"Karena praktek demikian jelas merupakan penyalahgunaan wewenang, yang mengotori lembaga pendidikan kepolisian sebagai area terbuka bagi kepentingan Ilmu pengetahuan polri yang wajib kita hormati dan kita jaga bersama," sambungnya.
Pihaknya mendesak, Gubernur PTIK dan Kapolri Jenderal Idham Azis harus mengklarifikasi soal isu adanya praktek mendagangkan pengaruh di markas PTIK.
"Jangan sampai PTIK disalahgunakan dan dijadikan "Bunker" bagi orang-orang tertentu yang sedang jadi target KPK, sebagaimana nama Hasto Kristiyanto dan Harun Masiku terdeteksi oleh KPK berada PTIK saat hendak di OTT tanggal 8 Januari 2020 yang lalu," tandasnya.
Editor: Redaksi


